Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

Lilin

Gambar
Lampu-lampu kecil di sudut altar memantulkan bayangan lembut pada dinding, dan aroma lilin yang terbakar pelan mengisi udara dengan ketenangan yang sulit dijelaskan. Usai misa, ia berdiri sejenak, memeluk hening yang jatuh seperti hujan halus dalam hati. Di sudut kanan gereja, tempat lilin-lilin untuk doa menyala. Ia melangkah ke sana, perlahan, seakan setiap langkah adalah doa yang terucap tanpa suara. Ia menyalakan dua lilin pertama—untuk orangtuanya. Lalu satu lilin lagi, yang membuat napasnya terasa hangat dan degupnya lebih pelan. “Satu lilin untukmu. Untuk ujianmu hari itu. Untuk semangatmu. Untuk jalan panggilanmu yang panjang” Dan diam-diam ia menyisipkan satu doa yang hanya diketahui dirinya dan Tuhan: “Semoga suatu saat aku bertemu dia… bukan lagi Frater, tapi Pater.” Doa yang ia ulang sejak mengenalmu, doa yang ia jaga meski kadang terasa terlalu berani. Ia tahu dirinya berharap… mungkin terlalu berharap. Tapi apa boleh buat? Keyakinan itu tumbuh seperti fajar...