Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2025

Nama Gadis itu…

Gambar
  Nama Gadis itu… Semesta yang berbeda. Kicauan merpati memberi sorak pada semesta. Kodok-kodok dengan paduan suara memecahkan kesunyian semesta. Di sudut lereng bukit itu terpancar keelokan semesta yang masih perawan. Tanpa polusi. Tanpa lalulintas. Tanpa riuh bel bandara atau pelabuhan atau terminal atau pasar. Tanpa aroma limbah. Tanpa kebisingan. Serba kesunyian yang melahirkan kepolosan jiwa. Disana ada kepenuhan dahaga, yang selalu rindu dunia kesunyian. Disana hanya ada jiwa yang selalu mengagumi semesta. Di semesta itu, ada jiwa yang bernama sang gadis. Sosok gadis itu memesonakan mata Para Adam. Anggun. Polos. Seadanya. Dan tak berbisa. Pada jamannya, sang gadis kadang tak diperhitungan pendapatnya. Walaupun apa yang dikatakannya adalah benar. Namun gadis ini berbeda dengan gadis yang lain. Ia berlaku sopan atas ajaran sang ayah dan bundanya. Penuh perhatian, penuh kehati-hatian, dan sepenuh hati menjalankan tugasnya. Ia tak mencuri pandang kepada para Adam, walau para...

Mengenang Sosok Yang Murah Hati

Gambar
  Hari ini, setelah misa pagi, hati saya dibuat terkejut. Saya membuka HP dan satu pesan singkat dari adik saya Darman yang memberi kabar buruk di pagi yang cerah "Rowa hia Om Eman eeeee..." Saya terdiam. kaget. Tak pernah saya dengar kabar beliau sakit. Tak ada tanda. Tak ada isyarat. Tiba-tiba, kepergian itu datang begitu senyap—seperti beliau sendiri: diam, tenang, tapi selalu bermakna. Tiga tahun saya tinggal bersama (walau tak serumah) dekat rumahnya di Jawang. Dalam keseharian itu, saya mengenalnya lebih dari sekadar seorang Bapa Ezzy. Ia akrab di sapa Ema de Joko , oleh Om Marsel. Saya sendiri sering memanggilnya Om Ezzy. Banyak cerita dan kisah yang saya alami selama tiga tahun itu. Dari semua kenangan, ada satu kalimat sederhana yang tak pernah lekang: “Nana, mai inung kopi de…” Kalimat itu bukan sekadar ajakan minum kopi. Itu adalah undangan untuk masuk dalam kehangatan, dalam kebersamaan, dalam cinta yang tidak berkata-kata tapi terasa sampai ke relung jiwa....

Perawan

Gambar
Seandainya malam punya mulut, ia akan berbisik lirih tentang langkah yang selalu kembali, menegurku di sela-sela sunyi yang selalu menemani. Seandainya bunga-bunga bersuara, mereka akan mendesah letih, karena kehadiranku mengusik hening yang seharusnya abadi. Namun lampu taman mengerti— ia tak berkata, tapi sinarnya menenangkan. Ia tersenyum diam, seolah berbisik: “ Nana... tenanglah.” Cahayanya membias di ujung taman, tempat seorang gadis berdiri tegap. Tangannya menggenggam seikat mawar— entah dari mana, tapi aku tahu, ada cinta lain yang telah lebih dulu menyampaikannya. Ia tampak polos. Sepolos doa yang diucap dari kedalam batin. Rambut panjangnya tersembunyi di balik kerudung yang menambah keanggunan parasnya. Bunga-bunga tak pernah pergi darinya— seolah harum mereka lahir dari napas gadis itu sendiri. Ia seorang perawan . Tak pernah disentuh nikmat dunia, tak dijamah godaan yang gemerlap. Ia suci dari sindir, iri, dan gosip yang memuakkan. Langkahnya bersih dari noda y...

Pejuang Ijazah di Kaki Bunda Maria

Gambar
  Gua Maria, Scolastikat Hati Maria- Claretian Kupang Dibawah kakimu, Bunda, aku duduk dalam diam, menenun kepedihanku dengan benang-benang ketabahan yang mulai rapuh. Malam-malam panjang telah menjadi sahabat setiaku, namun malam ini... ia terlalu sunyi untuk mengerti tangisku yang tak berbunyi. Tugas akhirku, Bunda... bukan hanya tentang kertas dan tinta, tetapi tentang serpihan mimpi yang kubawa sejak lama, dan kini mulai kehilangan bentuknya. Aku tak tahu lagi arah. Layar perahuku terkoyak angin keraguan, kompasku rusak, dan laut dalam diriku bergemuruh tanpa ampun. Bunda... apakah ini akhir dari semua yang kutabur dengan harapan? Di pojok taman yang menua bersama kenangan, aku bersandar pada doa yang tak selesai. Menanti jawaban yang tak pernah menjelma, hanya dinding-dinding kampus yang memantulkan sunyi. Aku baru saja pulang dari konsultasi... tapi pulang kali ini terasa seperti pulang dari medan perang tanpa kemenangan. Aku kalah, Bunda. Kalah oleh...