Gereja yang Hidup di Tengah Umat: Kisah dari KUB St. Yosep Matani
Senja itu datang perlahan, seolah memberi ruang bagi hati untuk bersiap. T ak menunggu waktu lama, Bapa Pit atau Bapa Yan, telah menanti di teras depan biara, menunggu kami yang siap berangkat. Saya dan Fr. Vitus melangkah menuju tempat perjumpaan katekese APP 2026 bersama umat KUB St. Yosep Matani dengan perasaan yang sederhana, tanpa ekspektasi berlebih, hanya kerinduan untuk hadir dan mendengarkan. Namun, siapa sangka, perjumpaan itu justru menjadi ruang yang begitu hangat dan menghidupkan. Sejak awal, suasana terasa berbeda. Sapaan yang tulus, senyum yang tidak dibuat-buat, dan kehadiran satu sama lain yang begitu utuh menciptakan rasa kebersamaan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Tema yang kami dalami; Gerakan misioner Gereja dalam menghadirkan pengharapan , tidak berhenti sebagai kalimat indah, tetapi benar-benar menjelma dalam pengalaman hidup umat yang hadir. Satu per satu sharing dibagikan. Ada yang bercerita dengan suara bergetar, menahan ai...