Untukmu saudara/I ku para medis di bumi pertiwi//Darvis Tarung//tulisan

 

                                                               Ungkapan hati

                                                                 Darvis Tarung

Untukmu saudara/I ku para medis di bumi pertiwi

Ku tulis rangkaian kata yang mungkin tak bermakna tetapi sebagai ungkapan hati

Karena aku salut akan kesanggupan mu

Yang tak terhapus dalam kebosanan

Aku tahu

Saat ini kau lagi sibuk

Sibuk berurusan dengan pasien yang tak kunjung kurang

Namun saudaraku

Kau tetap semanagat demi nyawa sahabatmu yang kini menaruh harapan pada mu

Aku tahu

Kau begitu serius dalam tugas mu

Yang bahkan jam istirahat pun kadang kau tak hirau

Saudaraku para medis

Semangatmu bergelora yang tak terpadam

Pengorbananmu begitu berarti bagi yang sakit

Waktu istirahat kadang kau lewatkan

Jam baring kadang kau tak perhati

Demi hati-hati merawat pasien yang selalu menantimu

Saudaraku para medis

Jasamu pasti terhitung oleh Yang Empunya hidup

Dalam kerja keras mu sangat berarti tak terbanding

Jiwa yang kuat tak pernah berkata lelah

Tubuh selalu diselimuti pengaman yang walapun panas tak kau rasa

Namun semua demi kebaikan saudaramu yang sakit karena Covid

Saudaraku para medis

Jika semua orang diam dirumah

Namun engkau tetap ditempat dimana engkau berbakti

Aku tahu

Bahwa waktumu untuk keluargamu jauh lebih sedikit

Dibanding dengan engkau berada bersama saudaramu yang lagi sakit

Masker,pelindung tubuhmu terus kau pakai walau waktu kau harus santai melepas lelah

Oh sahabat para medis

Engkau bekerja tanpa menghiraukan waktu yang walaupun engkau mengantuk

Namun tetap semangat dengan penuh bersabar

Oh sahabatku para medis

Dari jauh kami lambungkan doa

Semoga yang kuasa tetap bersamamu

Bersama engkau yang selalu berusaha

Dalam berjuang bersama pasienmu yang lagi sakit

Dari hati baik kami ucapakan terima kasih

Dengan harapan dan pesan;

Ingatlah waktu istirahatmu

Hiraukan waktu ketikas engkau harus makan

Jasa mu yang selalu dikenang

Tanpa ada batas sejarah

Doa dan harapan pandemi segera berlalu

Penghuni bumi pertiwi kembali tersenyum

Salam sehat

Komentar

Unknown mengatakan…
Luar bias puisix anak momang❤❤๐Ÿ‘๐Ÿ‘kamu jg harus hati2 di sana nana๐Ÿ™๐Ÿ™

Postingan populer dari blog ini

Musa: Pemimpin Yang Sejati

Moke: Anugerah Allah di Antara Berkat Ekonomi dan Luka Sosial

Nyaman yang Lama, Panggilan untuk yang Baru