Kopi

 Kopi 


Kopi Pait Manggarai

Meja bundar

Terletak rapi di tempat rajut mimpi

Secangkir menghiasi tanpa aksesoris lain

Aroma menyengat dari Sidnay

Hingga Sallent

Menawar modal tak setinggi wins air melayang. Akupun tertarik.

Ketika ku tengok 

Danau hitam menghiasi bulatan kecil

Yang terpampang rapi diatas meja bundar

Pahit tetapi menawarkan manis.

Hitam yang kadang tak menarik simpati

Namun berisi manis yang terjanji.

Kembali kukenang

Disenja bercampur tetesan langit 

Dibalut rindu yang selimut dingin

Ada kehangat, lewat manis 

Yang bersatu dalam secangkir KOPI

Ketika Otak Perlu Ispirasi.

            

          Darvis Tarung, menyoret diujung senja. 

Komentar

vergi blog mengatakan…
Keren rasanya kalau buat puisi dengan tema yang akrab dengan kita๐Ÿ‘๐Ÿ‘
Anonim mengatakan…
Mantap๐Ÿ‘๐Ÿ‘

Postingan populer dari blog ini

Musa: Pemimpin Yang Sejati

Moke: Anugerah Allah di Antara Berkat Ekonomi dan Luka Sosial

Nyaman yang Lama, Panggilan untuk yang Baru