Anakku Sayang

Malam itu. 
Kau tidak tahu... 
Dinginya gelap... Bertaburan tangisan si kecil tak mampu mengomel. 

Hanya ea... Ea.... Ea ea... Yang terdengar tanpa rotasi not. 
Seandainya ia mampu berkata.... 
Pasti ia ngomel pada sang bunda;
.... Ma... Kenapa aku dilahirkan dikandang???? 
Ma.... Aku ini manusia.. Tidakkah ada tempat yang baik untuk ku???! 
Ma.. Disini ada sapi. Domba. Kambing. 
Tegahnya mama... Hadirkan saya... Di tempat ini.... 

Namun sang ibu maklum. 
Inilah awal. Lahir di kandang. 
Ahhhhh
Nak.... Kamu dilahirkan disini demi kawan-kawanmu yang hina. 
Terpinggirkan. 
Miskin. 

Seandainya kau lahir di rumah sakit.... 
Tak ada yang miskin menemuimu. 
Tak ada uang. Atau apapun. 
Mereka menjenguk mu di kandang karena tanpa bayaran. 
Jika ku lahir di rumah mewah. Tak seorang pun datang karena mereka berpikir mereka kotor dan tak layak....  

Anakku sayang. 
Biarkan mereka menjenguk mu di kandang. Karena mereka tak harus berpakaian mewah..... 

Welcome Lord to our cultures

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Musa: Pemimpin Yang Sejati

Moke: Anugerah Allah di Antara Berkat Ekonomi dan Luka Sosial

Nyaman yang Lama, Panggilan untuk yang Baru