Pelukan Senja


Ketika senja mengisahkan kembali kisah itu, samudra seolah mengamuk cemburu. 
setiap coretan kisah itu pernah membekas yang kini hanya sebuah nostalgia tentang yang lalu. 
Aku mulai belajar tentang senja yang selalu mampir dan bahkan terus menciptakan bahasa baru. 
Sekian lama aku mengagumi setiap tapak,
Aku mulai sadar, aku sang kawanan yang tak berarti. 
Senja itu melukiskan rasa kehadiran,
Rasa jumpa jua rasa jalan yang panjang tentang: aku yang kini.
Menapaki jalan menuju kebahagiaan, 
Telah diukir dalam remah-remah; aku sedang jatuh cinta pada senja.
Tibalah saatnya senja menghibur 
Aku terbangun dan pergi,
Sebab senja telah menghantarku sejauh ini.
Aku bahagia lagi syukur, 
Sebab senja telah menenun sejarahku silam.
Aku sang perantau, mencari jiwa yang hilang. 
Kini Bersama senja aku menemukannya kembali......
Aku bahagia; tentang senja 
Suatu saat senja juga yang mengingatkannya kembali.
Aku dalam pelukan senja.

Tentang Tablolong Bersama senja jiwa.....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Musa: Pemimpin Yang Sejati

Moke: Anugerah Allah di Antara Berkat Ekonomi dan Luka Sosial

Nyaman yang Lama, Panggilan untuk yang Baru