Surat dari Lee Wun

Terdengar dalam rentetan waktu yang tenang, rasa berani tuk memutuskan pilihan adalah keharusan dan kepastian.  Kini di serambi depan rumah tua ini,  Lee Wun sang gadis yang ku kenal mengirim secarik kertas tentang rasa sebuah pilihan. Tak menunggu waktu lama,  aku bersama hening menikmati setiap isi surat dari Lee Wun itu.
 
Teruntuk mu, jiwa yang pergi
Di 
Tempat ternyaman. 

Di malam yang hening di bawah langit luas,
Terdengar panggilan dari angin yang lembut,
Mengajak jiwa yang haus akan makna,
Untuk menelusuri jejak kehidupan yang semu.

Dalam panggilan itu, ada bisikan rahasia
Tentang kebahagiaan yang sejati,
Tentang cinta yang abadi,
Dan tentang cahaya yang selalu menyinari.

Hidup adalah perjalanan tanpa akhir,
Penuh dengan liku dan tantangan yang tak terduga,
Namun dalam setiap detik yang berlalu,
Terdapat makna yang menunggu untuk ditemui.

Panggilan itu mengajak untuk merasakan,
Setiap momen dengan penuh kesadaran,
Menghargai keindahan dalam kesederhanaan,
Dan menemukan kebahagiaan dalam keikhlasan.

Makna hidup bukanlah dalam gemerlap dunia,
Bukan pula dalam harta dan tahta yang fana,
Namun dalam kasih sayang yang tulus,
Dan dalam pelayanan yang ikhlas.

Ketika kita menjawab panggilan itu,
Kita menemukan kedamaian yang hakiki,
Dan hidup kita menjadi lebih berarti,
Seperti bintang yang bersinar di malam hari.

Kekasihmu Lee wun

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Musa: Pemimpin Yang Sejati

Moke: Anugerah Allah di Antara Berkat Ekonomi dan Luka Sosial

Nyaman yang Lama, Panggilan untuk yang Baru