Natal dan senyummu

Natal itu su di depan mata. Polesan waktu yg membuat natal berbeda. Antara menanti Dia dan dia, membuat natal kali ini beda. Rasa-rasanya, natal kali ini memberi warna yang tak terungkap oleh kata, hanya mampu dibahasakan oleh senyum fajarmu yang terbit diawal hari. Biarlah penantian ini menjadi natal, tempat relung jiwa menantimu dan akan lahir dalam setiap jejak waktu rinduku.
Suara pagimu menggema sperti lonceng Gereja menggema memanggil pemeluk Natal tuk datang.
Suaramu menghiasi semangat pagi 
Dan
Jumpa rasa menggema "aku lahir untuk jiwa yang menanti "
Ijinkan hariku, menenun senyummu diawal waktuku.

Nurobo, 24/12/24

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Musa: Pemimpin Yang Sejati

Moke: Anugerah Allah di Antara Berkat Ekonomi dan Luka Sosial

Nyaman yang Lama, Panggilan untuk yang Baru