Pesona Jubahmu
Aku
menyusuri bangku-bangku kosong,
Di mana jejak kaki tak pernah lelah menunggu.
Mencari tempat untuk bertekuk, memohon,
Dalam diam, aku menapaki jalan panjang penuh kerinduan.
Langkah
kakiku, kuayun pasti,
Menuju sujud, melangitkan doa tanpa kata.
Aku seorang pengembara,
Yang sedang berziarah, mengais harapan pada semesta.
Mataku
kupejam, tangan kuikatkan doa,
Jari-jari saling menggenggam erat, tak ingin lepas.
Mulutku terbungkam, namun hati berbicara,
Aku seorang peziarah yang beradu harap.
Aku
memohon pada yang tak tampak,
Berharap kelak aku selamat dari segala gemuruh dunia.
Jubah putihmu menggodaku,
Berpijak di tanah yang penuh doa, kini aku bertekuk dan memohon.
Suatu
saat, kelak, aku ingin berjubah sepertimu,
Dengan segala kemuliaan yang terukir di ujung benang.
Aku kagum pada pesona jubahmu,
Menghadirkan ketenangan, menghapus kegelisahan.
Aku
pun berharap, di tahun pengharapan ini,
Suatu saat nanti, harapan menjadi kenyataan,
Menjadi seperti jubahmu,
Menyelimuti dunia dengan kasih dan keabadian yang tiada henti.
darvis_tarung
Kupang, 22 Maret 2025
.jpeg)
Komentar